Lurah Pucang Sewu, M. Hakim :
Acara ke Bali ini adalah prakarsa dari Bapak Wiwid dan saya beserta Lurah lainnya setuju. Walaupun dengan dana sendiri dalam acara refresing ini secara tidak langsung banyak yang saya pelajari disini seperti kotanya yang bersih,tidak ada PKL dan kendaraan lalu lintas yang lancar kemudian juga Pemerintah Daerah dan masyarakatnya yang selalu meningkatkan ketertiban.( Adji )
Lurah Nginden Jangkungan, Drs. Ali Rusbianto, MM :
Nglencer ke Bali, selama ini belum pernah dilakukan para Lurah. Kegiatan yang awalnya hanya untuk refresing namun ternyata memberikan manfaat lainnya yakni mempelajari dan memantau perkembangan tentang PKL yang tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas, juga masalah kepariwisataannya yang sangat bagus dan yang paling terpenting bagi saya adalah nilai kebersamaan dan keakraban sesama lurah yang kita cari selama ini. (Adji )
Lurah Kalijudan, Dradjad Tritjahyono :
Reklreasi ke Bali bagi saya tidak begitu istimewa karena saya sendiri setiap dua minggu sekali pergi ke Bali. Ini terkait dengan adanya penerapan kain tenun Bali di wilayah kantor Kelurahannya. Menanggapi tentang Bali sungguh sangat berbeda dengan kota disini tentang Wisatanya, masyarakat dan kebudayaannya. ( Adji )

Lurah Mulyorejo, Huderi B.Sc :
TERUS terang saya sangat merasa senang sekali, karena sejak kecil hingga sekarang ini menjadi Lurah belum pernah merasakan nglencer ke Bali, adanya biaya per orangnya sebesar Rp. 975.000,00 secara spontanitas saya langsung menyetujuinya, bahkan kegiatan rekreasi yang sifatnya untuk refresing. Ngumpul-ngumpul bersama teman sesama lurah ternyata memberikan nuansa lain layaknya melakukan study banding. ( Adji )
Lurah Sidotopo Wetan, Suratno, SE :
Hanya rekreasi saja tidak lebih dari kegiatan lainnya, yang saya terapkan disana adalah study banding mengamati kesadaran masyarakat yang berlalu lintas, tidak ada PKL dan memprioritaskan kepariwisataan. Kemudian di sisi lain juga mengamati seni ukir patung Bali. Dalam kebersamaan seperti itu saya harapkan bisa mengenal lebih dekat dengan lurah-lurah walaupun waktu itu cuaca tidak bersahabat karena bertepatan dengan akhir bulan Suro yang menurut saya merupakan tanda buruk. ( Adji )
Lurah Morokrembangan, Riyadi :
Rekreasi ke Bali itu sebenarnya sangat dilematis, pasalnya semula berangkat hari Rabu diundur hari Jumat karena ada instruksi dari Menpan yang biasanya ada cuti bersama tetapi diharuskan masuk. Sedang perjalanannya yang jauh melelahkan.Tetapi bagi saya yang terpenting adalah rekreasi dan study banding yang mengacu pada pariwisata, keberadaan kota yang tidak ditemukannya Gepeng (gelandangan dan pengemis), religius dan juga tidak nampak PKL. Yang terkesan bagi saya pada acara itu adalah tingkat keakraban, kebersamaan dan pengenalan lebih dekat antar Lurah.( Adji )
Lurah Kedungdoro, Poerwanto, S. Sos :
Meskipun pada saat nglencer ke Bali yang sifatnya untuk refresing itu saya dalam kondisi nggak enak badan tapi tidak membuat saya sedih, sebab yang ada dalam pikiran saya hanyalah kebersamaan dan pengenalan lebih dekat sesama lurah. Sering kita nggak tahu orang ini lurah di wilayah mana. Momen seperti ini paling pas untuk menjalin kebersamaan. (Adji)





