Gara-gara Minyak Tanah (Mitan) sesama warga Ujung hampir bentrok. Beruntung gegeran yang menggunakan senjata tajam (Carok istilah Madura) antara warga dengan pemilik pangkalan mitan ini dapat di dengar oleh Lurah Ujung, Yunus, S.STP.
Dengan kesigapannya supaya aksi ini tak sempat meletus, maka diundanglah kedua belah pihak dibalai Kelurahan untuk memecahkan permasalahan tersebut. Dalam rapat, mulai terungkap permasalahannya, warga merasa jengkel terhadap pemilik pangkalan pasalnya para pemilik pangkalan Mitan tidak mau melayani pembeliannya.
”Mereka lebih mementingkan para agen ketimbang kita.” ujarnya. Namun tuduhan itu dibantah oleh para pemilik pangkalan.” Itu nggak bener pak Lurah, saya tetap melayani warga tapi saya tetap utamakan para pelangganku dulu. “ kata pria kurus itu dengan emosi.
Karena suasana rapat semakin panas sebab hujan interupsi kedua belah pihak tak ada hentinya, mereka menganggap dirinya benar maka Lurah asli Madura ini mulai angkat bicara, diputuskannya kebijakan dengan memberikan dua opsi, pertama pihak pemilik pangkalan diharuskan mengutamakan penjualannya kepada warga sekitar kemudian ke agen sedangkan yang ke dua, pihak RW supaya mendata warganya untuk membeli mitan ke pangkalan di wilayahnya dengan menyediakan kupon / KSK . ”Kami mohon, dari dua pilihan yang dianggap paling tepat diharapkan untuk diterapkan.” Jelas Alumnus STPDN tersebut. (rif)
Dua Opsi Yunus Atasi Limitnya Mitan
April 11, 2008 oleh progresif


