Meskipun hujan yang turun dengan lebat, satu demi persatu sepeda motor memasuki area parkir Kelurahan Petemon. Selang 30 menit, tempat dengan ukuran 3 x 5 m itu telah penuh dengan roda dua bermesin, terlihat juga jejeran sepeda motor memenuhi halaman rumah samping Kelurahan.
Tepat pukul 10.00 WIB, balai yang terletak dilantai dua telah penuh dengan para undangan.
Keantusiasan warga Petemon yang di dominasi para ibu-ibu ini untuk mewakili wilayahnya masing-masing demi menghadiri undangan sosialisasi PSJN dengan cara baru yakni menyebarkan Ikan Cupang ke dalam bak mandi.” “Menurut daftar hadir, yang datang 150 orang.” ujar staf Kelurahan sambil memperlihatkan buku absensinya.
Suasana yang tadinya gaduh berubah menjadi hening setelah Lurah Petemon Bambang Hartono, SE, membuka acara, dia mengatakan kegiatan ini dapat terlaksana berkat kepedulian Posko 100 dengan memberi sumbangan sebanyak 3000 ekor ikan cupang untuk dibagikan ke 18 RW. ”1 RT nantinya mendapat satu timba yang berisi 24 ekor.” Jelasnya.
Pria asli madura ini menambahkan penyebaran ikan cupang oleh warga sendiri ini nantinya dapat menekan jumlah penderita Demam Berdarah (DB) sebab pada tahun 2008 saja, setiap bulannya terdapat penambahan jumlah penderita.” Dalam januari sampai maret 2008 sudah 18 orang terkena DB.” Jelasnya.
Dengan penyebaran ikan cupang bantuan Posko 100 diharapkan pada tutup tahun dapat memberantas DB, minimal mengurangi penderita yang saat ini didominasi masyarakat menengah ke atas.” Saya harap akhir 2008 bebas DB.” Imbuhnya.
Dwi Purnomo, SH. MM Camat Sawahan menambahkan, dengan adanya penambahan penderita DB di Petemon, dia sangat terpukul namun hal itu dapat “terobati” oleh adanya kepedulian dari Posko 100 yang di prakarsai mantan Camat Sawahan era 2006 Pak De Gatot sapaan panggilan dari Gatot Rahardjo.
”Sangat memprihatinkan, untungnya masih ada yang peduli.” Ucapnya.
Mantan Camat Bulak ini berharap agar PKK terus melakukan sosialisasi PSJN kepada warga seperti yang telah dica-nangkan oleh Pemkot. ” Ini juga tugas ibu-ibu PKK untuk memberantasnya dengan 3 gerakan, menguras, mengubur dan membersihkan.” Jelasnya. Tampak dalam acara, tiga orang istri Anggota DPRD Surabaya, Dr. Fani dari organisasi Sarina serta Kepala Puskesmas Sawahan. (Arf)


